Senin, 18 Juni 2012

IXORA SP ( BUNGA SOKA )


BUNGA SOKA

A. Pendahuluan


     Soka (Ixora Sp.) merupakan tanaman hias yang cukup populer di kalangan hobiis tanaman hias. Selain unik, bentuk dan jenisnya pun beragam. Ada yang asli berasal dari dalam negeri yaitu Soka Jawa (Ixora javanica), ada pula yang berasal dari luar negeri, dan kini hadir soka baru yang disebut soka hibrida. Selain macamnya beragam, tanaman hias ini mempunyai multifungsi. Artinya tidak hanya untuk tanaman indoor saja nemun juga bisa untuk tanaman outdoor terutama untuk pembatas pagar, maupun untuk mengisi sudut-sudut rumah. Dengan multifungsi serta didukung penanganan yang relatif mudah membuatnya dapat disejajarkan dengan tanaman hias lain seperti mawar, atherium, krisan dan lainnya. Bahkan dengan perawatan yang teratur, tanaman ini bisa bertahan sampai beberapa tahun.


Di kalangan masyarakat, tanaman soka sering dijadikan sebagai tanaman hias. Para penghobi tanaman hias sering menempatkannya di taman-taman sebagai tanaman outdoor karena memang hakekatnya soka hidup di tempat terbuka, walaupun bisa juga difungsikan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor). Selain itu, rumpun bunga soka sering digunakan oleh sebagian masyarakat untuk bunga tabur. Sebagai bunga tabur, bunga soka sering dicampur dengan bunga mawar, bunga melati, bunga kenanga, bunga kanthil, dsb. Bunga tabur merupakan bunga yang dipakai oleh sebagian masyarakat untuk ditaburkan di tempat-tempat tertentu, misalnya di makam atau untuk kegiatan ritual tertentu. Ternyata kebutuhan bunga soka untuk kegiatan-kegiatan tersebut relatif tinggi. Sementara itu pasokannya tidak seimbang. Hal itu disebabkan para pengepul bunga soka harus berkeliling ke berbagai desa untuk mencari bunga tersebut dari rumah ke rumah. Belum banyak orang yang mengebunkan bunga ini secara khusus sebagai tanaman holtikultura.
Atas dasar diatas itulah penulis disini akan mengungkap peri kehidupan dari bunga soka (ixora sp) ini. Tentu dari beberapa sumber atas dasar bahasan yang sama dan lebih rinci. Adapun tujuan dari penyususnan Peri kehidupan dari salah satu spesies Magnoliopsida ksususnya adlah bunga soka ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui dan mengidentifikasi dari mulai tumbuh sampai menjadi tanaman dewasa dengan ciri sfesifikasi tanamannya, terutama salah satu spesies yang termasuk kedalam kelas Magnoliopsida.
  2. Sebagai bahan pembelajaran Mata Kuliah Taksonomi Phanerogami, khususnya mengenai Tanaman Kelas Magnoliopsida beserta berbagai spesiesnya.
  3. Sebagai Tugas Pengganti Ujian Tengah Smester.

B.  Pembahasan

Soka lokal (lihat gambar) yang asli Jawa tingginya bisa mencapai lebih dari 4m. Lingkar pangkal batang bisa mencapai 40cm. Batang tumbuhan dikotil ini berwarna gelap yang kadang-kadang disertai bercak-bercak oleh lumut kerak yang banyak menempel pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya dengan akar tunggang. Kayunya relatif keras. Bentuk daun lonjong dengan ukuran panjang maksimum 24,2cm dan lebar daun bagian tengah 9,6cm. Warna bunga merah dengan susunan menggerombol. Sedang untuk soka hibrida dalam segala hal, ukurannya lebih kecil. Kelebihan dari soka hibrida warna bunganya lebih variatif dan mudah ditanam. Warna bunga soka hibrida ada yang berwarna merah, jingga, merah muda, kuning, dsb.
Dalam uraiannya, http://free.vlsm.org menjelaskan bahwa soka ini di samping memiliki bunga yang indah, juga berkhasiat sebagai obat luka baru dengan cara menumbuk halus batang dan akarnya yang kemudian dioleskan ke bagian yang terluka. Sedang kandungan kimia dari soka ini adalah saponim dan flavonoida.

1. Asal Muasal Bunga Soka
 Menurut beberapa sumber, tanaman soka berasal dari daerah Asia Tropis. Bahkan disinyalir ada yang menyebutkan berasal dari negara Indonesia. Namun sejauh ini belum teruji kebenarannya, yang pasti dengan ditemukannya jenis bunga soka kuno yaitu Ixora javanica di pulau Jawa telah cukup menjadikannya alasan mengapa tanaman tersebut berasal dari negara kita. Dugaan kuat mengenai asal usul tanaman ini lebih cenderung kepada negara India dan China, dimana di dua negera tersebut memiliki beragam jenis tanaman Soka. Penyebaran tanaman Soka ke seluruh wilayah negara bisa jadi tidak terlepas dari peran para pendeta beragama Hindu yang membawanya kemana dia pergi. Termasuk salah satunya ke negara kita. Perlu diketahui pula bahwa ini ada hubungannya dengan kepercayaan umat Hindu terhadap bunga Soka dimana bunga ini merupakan simbol hidup bersuka hati, sehingga sering digunakan sesaji untuk persembahan dewa Siwa dan Wisnu.
Bunga soka awalnya hanya sebagai tanaman liar type perdu. Dengan penampilan bunganya yang memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar, tidaklah mengherankan bila orang-orang Eropa menjulukinya dengan flame of the wood atau api dari hutan. Mungkin karena penampilannya yang menarik tersebut mengundang orang untuk membawanya ke rumah dan mmeliharanya sebagai tanaman hias. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan, jenis soka hibrida saat ini telah bermunculan dengan menghadirkan warna-warna bunga yang lebih beragam dan meriah.

2.  Morfologis dan Jenis
 Tanaman soka merupakan tanaman yang menghendaki penyinaran matahari penuh teruatama untuk merangsang pembungaan. Meskipun jenisnya cukup beragam, secara umum bentuk morfologis tanaman terutama bagian bunganya tidak berbeda jauh yaitu tersusun atas beberapa bunga kecil yang masing-masing memiliki empat petal mahkota dalam satu tangkai mirip payung terbuka. Bunga soka yang masih kuncup mirip jarum sehingga akan terkesan gundukan jarum berwarna merah disaat belum mekar. Warna kelopak bunga ada yang merah, merah muda, ungu , putih dan kuning. Namun di Indonesia jumlah soka berwarna merah lebih banyak dibandingkan lainnya. Berbeda dengan bentuk bunganya, penampilan batang dan daun bunga soka bisa bermacam-macam. Ada yang lebar, ada yang sempit, ada juga yang medium tergantung asalnya. Soka Jawa lebih condong berdaun lebar dengan tandan bunga ramping dan kuntum bunganya berwarna merah.
Jenis-jenis soka terbagi dalam dua macam yaitu soka biasa dan soka hibrida. Yang tergolong soka biasa diantaranya : Ixora Coccinea, I. Lutea, I. Fulgen, I chinensis, I. Granifolia, I. Amboinica. Sedangkan soka hibrida antara lain :I. Mocrothyrsa, I. American, I. Pitsanuloke dan Soka bangkok.
Dengan beragam jenis yang ada, maka tidaklah salah bila kita ingin menata pekarangan lebih asri dengan bunga soka.

3. Klasifikasi

Soka
Ixora coccinea L. Nama umum
Indonesia:
Soka
Inggris:
Burning Love, Jungle flame
Pilipina:
Santan



               Soka
Klasifikasi
Kingdom
                    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom               : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi                : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                          : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas                   : Asteridae
Ordo                           : Rubiales
Famili                          : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus                         : Ixora
Spesies                        : Ixora coccinea L.
Nama urnum/dagang   : Soka
Nama daerah              :
   Sumatera                  :  Kembang santen merah (Melayu)
   Jawa                         :  Soka beureum (Sunda) Soka (Jawa)
   Maluku                     :  Saya mami (Temate)
Deskripsi                     :
   Habitus                     :  Perdu, tinggi 1-4 m.
   Batang                      :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.
   Daun                        :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,
                                       ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,
   hijau.
   Bunga                       :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,
                                        panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.
   Buah                         :  Buni, lonjong, merah.
   Biji                           :  Pipih, lonjong, putih.
   Akar                         :  Tunggang, coklat.
Khasiat :
Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat luka baru dipakai ± 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.

Kandungan kimia :
Kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
4. Budidaya Bunga Soka
Bunga soka banyak sekali jenisnya, ada yang merah cerah dan warna coklat kemerah-merahan. Bunga soka termasuk bunga berbatang kayu yang keras sehingga dengan mudah kita dapat membudidayakannya.
Ada berbagai cara mudah membudidayakan bunga soka yaitu dengan cara pencakokkan, dengan cara stek dan direndam dalam botol dimana masih-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Dengan cara mencangkok, ambilah batang yang tua, hindari pencangkokan pada batang yang utama yang menjadi center pandangan mata, agar taman kita tetap terlihat apik.
Kupas kulit badang soka sepanjang 1 cm, bersihkan sampai ketemu kayu/lendir kayu yang agak sedikit lengket, biarkan selama 1 hari atau bisa langsung (Bila ada semprot obat perangsang akar).
Selanjutnya siapkan plastik atau sabut kelapa untuk membungkus batang yang akan dicangkok dengan tanah secukupnya, kemudian bungkus dengan plastik atau sabut kelapa yang apik & Rapih.
Dengan cara stek, potong batang soka yang agak tua terus tanjabkan/tanamkan pada tanah yang gembur/subur, siran dengan air secukupnya, dalam waktu 3 - 4 minggu.
InsyaAllah akan tumbuh akar baru dan tunas baru. Cara lain yang mudah yaitu dengan merendam potongan batang soka yang akan di stek kedalam botok air sedalam 5 - 7 cm.
Di kalangan masyarakat, tanaman soka sering dijadikan sebagai tanaman hias. Para penghobi tanaman hias sering menempatkannya di taman-taman sebagai tanaman outdoor karena memang hakekatnya soka hidup di tempat terbuka, walaupun bisa juga difungsikan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor). Selain itu, rumpun bunga soka sering digunakan oleh sebagian masyarakat untuk bunga tabur. Sebagai bunga tabur, bunga soka sering dicampur dengan bunga mawar, bunga melati, bunga kenanga, bunga kanthil, dsb. Bunga tabur merupakan bunga yang dipakai oleh sebagian masyarakat untuk ditaburkan di tempat-tempat tertentu, misalnya di makam atau untuk kegiatan ritual tertentu. Ternyata kebutuhan bunga soka untuk kegiatan-kegiatan tersebut relatif tinggi. Sementara itu pasokannya tidak seimbang. Hal itu disebabkan para pengepul bunga soka harus berkeliling ke berbagai desa untuk mencari bunga tersebut dari rumah ke rumah. Belum banyak orang yang mengebunkan bunga ini secara khusus sebagai tanaman holtikultura. Itulah sebabnya bunga soka dapat dibudidayakan seperti berkebun bunga soka.

C.  Kesimpulan
Dari sedikit uraian mengenai peri kehidupan bunga soka ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Bunga soka (Ixora sp) merupakan salah satu spesies dari kelas Magnoliopsida dan merupakan ordo rubiales.
  2. Bunga soka merupakan tanaman hias yang popular, sehingga banyak yang membudidayakannya.
  3. Adapun Deskripsi singkat dari Bunga Soka diantaranya adalah :
   Habitus               :  Perdu, tinggi 1-4 m.
   Batang                :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.
   Daun                  :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,
                                  ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,
    hijau.
   Bunga                 :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,
                                 panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.
   Buah                   :  Buni, lonjong, merah.
   Biji                     :  Pipih, lonjong, putih.
   Akar                   :  Tunggang, coklat.

















2 komentar: